Kuning kuning UI

1043696wbq6gflj7m

Kereta Kuning ceritanya

Kereta Kuning ceritanya

Bagi mahasiswa Universitas indonesia, tentunya fasilitas-fasilitas UI yang berbau-bau ‘kuning’ sudah sangat familiar dengan mereka. Ehm. Mulai dari jaket kuning~jakun~, bis kuning~ bikun~, sepeda kuning~sekun~, dan lain lain. Warna kuning sepertinya sudah menjadi simbol untuk Universitas Indonesia.

Fasilitas-fasilitas yang disediakan UI ini~ex. bikun dan sekun~ bisa digunakan oleh para mahasiswa UI~bahkan nonmahasiswa~ tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Tentu saja, itu sangat menguntungkan dan memudhakan mahasiswa Universitas Indonesia.

Tapi, ada satu permasalahan yang dialami para mahasiswa UI yang setiap hari harus menggunakan jasa Kereta Api Listrik. Sudah menjadi rahasia umum bahwa keadaan kereta api~ekonomi khususnya~ pada jam-jam sibuk~biasanya jam masuk sekolah  dan masuk kerja serta jam pulang sekolah dan pulang kerja~ sungguh memprihatinkan dan mencemaskan. Begitu banyak kejadian-kejadian menyeramkan yang terjadi di wilayah perkeretaan~baik di dalam kereta itu sendiri maupun distasiun dan wilayah-wilayah sekitarnya~.  Memang, hal tersebut merupakan resiko yang harus ditanggung setiap individu yang memilih untuk menggunakan jasa transportasi KRL, namun, bukankah kewajiban Universitas Indonesia untuk melindungi setiap mahasiswanya. Ya, meskipun memang sudah bukan di wilayah perkampusan, tapi jelas bahwa pengorbanan mereka menaiki kereta api demi menuntut ilmu di kampus tercinta perlu dihargai. Dan sudah saatnya ada penyelesaian untuk memudahkan para mahasiswa mencapai kampus UI dengan selamat.

Maka, muncullah sebuah ide di benak saya.  ‘Bagaimana jika diciptakan kereta kuning?’. Hmmm. Ide bagus bukan? Mungkin, untuk awal, bisa dioperasikan 5 sampai 6 kereta yang hanya dioperasikan dan hanya dioperasikan pada jam-jam sibuk di mana kereta ekonomi biasanya sangat penuh. Yang ada di pikiran saya, agar penggunaannya efektif, yang bisa menggunakan kereta tersebut hanyalah mahasiswa UI. Namun, saya belum menemukan bagaimana sistem yang tepat agar masyarakat umum tidak bisa menggunakan jasa kereta kuning tersebut.

Hmmm. Tapi, seandainya kereta itu ad a, singkatannya jadi apa ya? Kereta Kuning. Kekun? Aneh. Kening? Lucu sih. Tapi tidak sinkron sama bikun, jakun, dll. Rakun? Hmmm.. Mungkin ini yang paling tepat. Hehe

Yahh. Bagaimana pun juga, ini hanyalah khayalan seorang anak ingusan seperti Saya yang belum mengerti apa-apa. Jadi, maklum saja ya jika ada sesuatu yang kiranya di luar logika. ^^

~Sekian~

1043696wbq6gflj7m

10 Responses so far »

  1. 1

    ozier said,

    kereta? wah ide bagus.. tapi… hehehehe

  2. 3

    komuter said,

    jadi ekslusif dong……

  3. 5

    javanese said,

    relnya juga kuning yah ??

  4. 7

    l5155st™ said,

    ehm, observasi lingkungan ya… :)
    kan abis ini ara-kun mau jadi mahasiswa UI…
    hehe

  5. 9

    bayu200687 said,

    mending pulang kampung. membangun rumah dan mimpi di kampung
    http://rumahdanmimpi.blogspot.com/


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words