Bukan hanya musiknya, tapi juga liriknya

Hukum musik adalah haram, itu sudah jelas. Tidak ada keraguan padanya.

Rasulullah bersabda, “Dikalangan umatku nanti akan ada suatu kaum yang menghalalkan perzinaan, sutera, khamr dan alat-alat musik.”(HR Al Bukhari)

Abdullah bin Said telah menceritakan riwayat hadits kepada kami dan Muawiyah bin Shalih, dari Hatim bin Huraits dari Abi Maryam, dari Abdurrahman bin Ghanm Al Asy’ari, dari Abu Malik Al Asy’ari ra bahwa ia berkata : Rasulullah telah bersabda :

” Sungguh akan ada manusia-manusia dari umatku yang meminum khamr yang mereka namakan dengan nama lain, kepalanya dipenuhi dengan musik dan penyanyi- penyanyi wanita. Maka Allah akan menenggelamkan mereka ke dalam bumi dan menjadikan di antara mereka aa kera dan babi.’ (sanad hadits ini shahih).

Musik melalaikan baik yang mendengar maupun yang memainkannya dari mengingat Allah. Ketika seseorang bernyayi, menyanyikan lagu-lagu, bersama-sama dengan musik, maka begitu banyak kemaksiatan yang ia lakukan, mulai dari musik, memperdengarkan suara yang mendayu-dayu(terlebih apabila yang menyanyi adalah perempuan), sampai lalai dari mengingat Allah.
Namun, kemaksiatan tidak berhenti sampai pada musiknya. Tidak dapat dipungkiri, lirik-lirik lagu yang ada pada zaman ini, baik lagu lokal, maupun lagu luar, khususnya yang bertemakan ‘cinta’, mengandung kesyirikan yang menyesatkan.
Berikut penulis kutip beberapa lirik dari beberapa lagu yang mengandung kesyirikan

“Haruskah ku mati karenamu
Terkubur dalam kesedihan…sepanjang waktuku
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yang mungkin bisa membunuhku
Hentikan denyut nadi jantungku
Tanpa kau tahu betapa suci hatiku
Untuk…memilikimu”

Sungguh, sangat merugi kita apabila hidup dan mati kita hanya untuk dunia. Hanya untuk manusia.

“Ku berharap abadi dalam hidupku
Mencintamu bahagia untukku
Karena kasihku hanya untuk dirimu
Selamanya kan tetap milikmu”

lalu di mana kasihmu untuk Allah dan Rasul-Nya?

Sementara Allah berfirman

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zhalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada Hari Kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya (niscaya mereka menyesal).” (Al-Baqarah : 186)

dan

“Tidaklah beriman seorang di antara kalian hingga aku lebih dicintainya melebihi kecintaannya kepada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.”(HR. Al-Bukhari (no. 15), Muslim (no. 44), Ahmad (III/275) dan an-Nasa-i (VIII/114-115), dari Sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu)

serta

“Tiga hal yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, niscaya dia akan mendapatkan manisnya iman. Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, dan hendaklah dia mencintai seseorang dan tidaklah dia mencintainya melainkan karena Allah, dan hendaklah dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan dia dari kekufuran itu sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43)

“Dan akhirnya kesendirian hatiku
Menyadarkan diriku bahwa engkaulah penguasa hatiku
Engkaulah cinta sejati dalam hidupku
Kaulah yang terakhir yang selalu ku nanti”

Sungguh, cinta sejati hanyalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan sungguh menyedihkan apabila hati kita telah dikuasai oleh dunia, atau manusia.

“Ia berkata beri cintamu hanya untukku
Beri cintaku hanya untukmu

Beri cintamu hanya untukku
Beri cintaku hanya untukmu
Beri cintamu hanya untukku”

Lalu, di mana cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya?

“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)

Cuma mikirin kamu
Cuma mikirin kamu
Kamu yang selalu di hatiku

Aku ngak tahu siapa lagi”

Lalu, kapankah ia mengingat Allah? sementara Allah berfirman

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”(QS Al-Baqarah:152)

“Haruskah aku berlutut
Haruskah aku bersujud
Di hadapmu

Untuk tunjukkan aku sayang padamu”

Sungguh bentuk kesyirikan yang amat nyata jelas tertera pada lirik di atas.

Artinya :

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan janganlah (pula kamu bersujud) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu benar-benar hanya kepada-Nya beribadah. [Fushshilat : 37].

“Tidak patut bagi manusia untuk bersujud kepada manusia yang lain, dan kalau patut seorang manusia untuk bersujud kepada manusia yang lain tentu aku perintahkan kepada perempuan supaya bersujud kepada suaminya, karena besarnya hak suami atas perempuan.” (HR. Ahmad)

“Takkan penat rasaku
Demi cintaku tetap memujamu
Hingga sampai matiku

Aku denganmu kan jadi satu”

Alhamdulillahirabbil ‘alamin

Segala puji hanya milik Allah, Tuhan sekalian alam. (QS Al-Fatihah:2)

Maka, perbanyaklah memuja Allah, bukan memuja manusia. Karena hal itu bisa menjatuhkanmu kepada kesyirikan.

Dan, masih banyak lagi lirik-lirik lainnnya yang tidak dapat penulis kutipkan, satu persatu.

Sungguh wahai kaum muslimin, jauhilah diri kita dari perbuatan syirik. Hindarilah lirik-lirik s emacam ini, yang bisa menyeret kita kepada kesyirikan. Murnikanlah tauhid dan aqidah kita.

Allah ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَـئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al An’aam: 82)

Jauhilah, jauhilah. Dan semoga kita menjadi orang-orang yang mendapat petunjuk. Amin.

Wallahu a’lam

Wassalamu’alaikum warahmatullah.

6 Responses so far »

  1. 1

    ararara said,

    maaf tidak mencantumkan judul lagu dan penyanyi

  2. 2

    bayu200687 said,

    kerentz…
    postingan yang indah…
    bagaimana jika sekedar syair?
    saya senang dg bait syair milik iwan fals…
    inspiratif…

    • 3

      araralututu said,

      wah. makasi makaasi.
      jika syairnya tidak mengandung maksiat dan kesyirikan, ungkin tidak masalah. wallahu a’lam. ^^

  3. 4

    ariz said,

    hihihi… lucu banget ini artikelnya, mantab !

  4. 6

    [...] didengungkan bukanlah ayat-ayat alquran bukan juga kata-kata permohonan ampun. tapi justru nyanyian musik-musik [...]


Comment RSS · TrackBack URI

Say your words