Archive for May, 2009

Menyikapi Takdir

Assalamu’alaikum warahmatullah.
Ehm.
Awalnya, saya termasuk orang yang sering mengeluh terhadap hal-hal buruk yang terjadi pada saya. Mungkin sekarang masih(sedikit). Namun, sekarang saya sedang berusaha mendalami makna ‘takdir’ agar tak lagi mengeluh terhadap apa yang terjadi pada saya.
Saya akui, banyak sekali hal hal di dunia ini yang terjadi, yang tidak sesuai dengan kehendak kita. Sekadar share, saya pernah kehilangan handphone. Saat menyadari saya telah kehilangan handphone itu, saya menangis. Saya menangis, dan saat itu saya sedang berada di sekolah. Sungguh buruk perasaan saya sewaktu itu. Berbagai macam pertanyaan dan penyesalan berlalu lalang dalam pikiran saya. Saya pun mulai mencoba menyusun kejadian pagi itu secara kronologis:
(Lanjutkan!)

Comments (2) »

Wajibkah bermahdzab?

Wajibkah Bermahdzab ?

Redaksi Al Wala’ Wal Bara’

Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum:

1. Apa hukum bermadzhab (4 imam)?
2. Apakah Al-Imam Al-Bukhariy mempunyai madzhab (mengikuti salah satu madzhab)?

(Budhi Dharma, the_natural…@yahoo.com)

Jawab:

Wa’alaikumus salaam warahmatullaah.

1. Sesungguhnya kalau kita perhatikan dalil-dalil baik dari Al-Qur`an ataupun As-Sunnah maka tidak ada satupun dalil yang mewajibkan mengikuti madzhab-madzhab tertentu termasuk empat madzhab yang terkenal yaitu Al-Ahnaaf (madzhab Hanafiy), Malikiy, Syafi’i dan Hanaabilah (madzhab Hambaliy). Kita hanya diwajibkan untuk mengikuti dalil baik dari Al-Qur`an ataupun As-Sunnah dengan pemahaman generasi terbaik ummat ini yaitu para shahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in serta para ulama yang mengikuti jejak mereka.

Allah berfirman:

اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلاَ تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلاً مَا تَذَكَّرُونَ

“Ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian dan janganlah kalian mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kalian mengambil pelajaran (daripadanya).” (Al-A’raaf:3)
(Lanjutkan!)

Leave a comment »

Poligami, Wahyu Ilahi yang Ditolak

Para pembaca yang semoga dirahmati Allah. Suatu hal yang patut disayangkan pada saat ini. Wahyu yang sudah semestinya hamba tunduk untuk mengikutinya, malah ditolak begitu saja. Padahal wahyu adalah ruh, cahaya, dan penopang kehidupan alam semesta. Apa yang terjadi jika wahyu ilahi ini ditolak?!

Wahyu Adalah Ruh

Allah ta’ala menyebut wahyu-Nya dengan ruh. Apabila ruh tersebut hilang, maka kehidupan juga akan hilang. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (wahyu) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur’an itu nur (cahaya), yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.” (QS. Asy Syuro: 52). Dalam ayat ini disebutkan kata ‘ruh dan nur’. Di mana ruh adalah kehidupan dan nur adalah cahaya. (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah)

(Lanjutkan!)

Comments (2) »

Menggantungkan do’a dengan kehendak

Oleh

Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih

Sebagian orang ada yang berdo’a : “Semoga Allah memasukkan kita semua ke dalam Surga Insya Allah”, padahal do’a seperti ini dilarang. Seharusnya seseorang berketetapan hati dalam berdo’a dan tidak menggantungkannya dengan kehendak Allah.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Janganlah di antara kalian berdo’a dengan mengucapkan : “Ya Allah, ampunilah aku bila Kamu menghendaki, ya Allah berilah rahmat kepadaku bila Kamu menghendaki dan hendaknya berketetapan hati dalam meminta sebab demikian itu tidak dibenci” [Shahih Al-Bukhari, kitab Ad-Da’awaat bab Liya’zim Mas’alah 7/153]
(Lanjutkan!)

Leave a comment »

Facebook, salahkah?

Apabila berfacebook tanpa menganggu waktu shalat. Dan apabila di dalamnya, kita bisa menyampaikan dakwah. Serta memanfaatkan maslahat yang ada di dalamnya. Salahkah?

Comments (4) »

Puisi lamaku

Mati Hati

Hatiku sudah mati..
Bgitu byk yg mlukai..
Mulutku sudah bisu..
Bgitu byk yg mmblenggu..
Memang tak prlu pny hati..
Tak perlu punya mulut..
Tak perlu bicara..
Krn bicara hanyalah untuk menyampaikan isi hati..
Padahal hati sudah mati..
Hati,, mati..
Hanya beda 1 huruf..
Hhhh,, tidak penting!
Lbih baik mati daripada hati..
Mati itu pasti..
Tapi hati??
Mati…
(Lanjutkan!)

Leave a comment »

Tak Punya Kaki

Aku tak punya kaki
Aku melayang2 sendiri
Aku tak dapat memilih jalanku
Karena aku tidak dapat berjalan
Aku tak punya kaki
Hanya angin yang menggerakkanku
Memilihkan jalan untukku
Aku tak tau
Aku tak bisa memilih
Sedih
Angin itu memaksaku melayang menyusuri hutan
Gelap
Aku tak tau
Aku tak mau
Tapi aku tak bisa berontak
Aku tak punya kaki
Tapi aku masih punya hati
Aku tak ingin melewati gelap
Aku ingin berontak
Tapi, sekali lagi
Aku tak punya kaki
Aku hanya punya hati
Aku tak tau apa yang bisa kulakukan dengan hati
Lalu aku menyadari
Aku bisa meminta, dengan hati
Aku bisa meminta pada Penggerak angin untuk meniupkan anginnya keluar hutan
Keluar dari gelap
Tapi……

Apakah Ia mau?

Leave a comment »

Hidayah Mendatangkan Hidayah, Kesesatan Mendatangkan Kesesatan

Kamis, 23-April-2009, Penulis: Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Terulang-ulang dalam Al-Qur’an dijadikannya amalan yang ada pada qalbu dan anggota badan sebagai sebab hidayah atau sebab kesesatan. Sehingga pada qalbu dan anggota badan ini terdapat amalan-amalan yang membuahkan datangnya petunjuk, layaknya hubungan sebab dan musababnya. Demikian pula kesesatan.

Amal kebaikan membuahkan hidayah. Seiring bertambahnya amal kebaikan maka hidayah pun akan meningkat. Sementara amal kejahatan sebaliknya. Hal itu karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai amal kebaikan sehingga memberikan balasan atasnya dengan hidayah dan keberuntungan, serta membenci amal kejahatan dan membalasinya dengan kesesatan dan kesengsaraan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai kebaikan dan mencintai para pemeluknya sehingga mendekatkan qalbu mereka kepada-Nya seukuran kebaikan yang mereka lakukan. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga membenci kejahatan dan para pemeluknya sehingga menjauhkan qalbu mereka dari-Nya seukuran dengan kejahatan yang melekat pada dirinya. Yang mendasari prinsip ini di antaranya firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

الم. ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

“Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (Al-Baqarah: 1-2)
(Lanjutkan!)

Leave a comment »

Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin.

Sungguh semakin banyak fitnah zaman sekarang ini.
Sungguh kiamat sudah di depan mata kita.
Saksikanlah bagaimana seorang guru agama berbicara di depan murid muridnya.

“Dulu, waktu mendatangi pernikahan anak saya, saya disuruh lepas jilbab oleh suami saya. Maka saya ikuti, saya lepas jilbab dan menggunakan sanggul. Mungkin nanti akan kalian temui hal-hal seperti itu, itu, tidak apa apa. Selama kita disuruh oleh suami kita, sementara kita harus taat kepadanya, maka biarkanlah ia yang akan menanggung dosanya.”

MasyaAllah.
Seorang guru agama berkata semacam itu. Saat itu, dia hanya berkata kepada sekitar 21 murid, termasuk saya bersama teman teman saya. Bayangkan berapa banyak muridnya. Yang selalu berganti setiap tahunnya. Berapa banyak murid-murid yang telah terpengaruh dengan omongannya atau ‘ceramahnya’.
Sungguh, tak tahukah ia tentang hadits

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam rangka bermaksiat kepada Allah.”(HR Ahmad)
(Lanjutkan!)

Leave a comment »

aku

aku aku aku

aku tak tahu siapa diriku

aku tak kenal aku

aku tak pernah tau bagaimana caranya menggambarkan diriku

setiap kali aku jatuh

aku berkata pada diriku jangan lakukan kesalahan yang sama

agar tidak jatuh kembali

tapi aku tak mendengarkan aku

aku selalu mengulang kesalahan yang aku lakukan

lalu aku kembali terjatuh

kadang aku benci diriku

aku mau aku mendengarkan semua perkataanku

tapi aku tak mau

aku ingin marah, pada diriku?

percuma

aku tetap aku yang tak pernah mendengarkanku

aku aku aku

aku tak kenal siapa aku

aku tak tau apa mauku

aku tak mengerti hatiku

setiap kali aku mencinta

aku selalu menderita pada akhirnya

lalu buat apa?

(Lanjutkan!)

Leave a comment »